ALFAJAR BIN HISAB.webs.com

Welcome to MyBlog

BeritaKu Post New Entry

Berita atau Informasi yang berkaitan dengan kehidupan sosial, Politik, Hiburan (entertainmen) dan lain-lain...

view:  full / summary

Pendidikan Pancasila mulai dilupakan rakyat Indonesia

Posted by Alfajar on October 22, 2013 at 3:35 AM Comments comments (0)


Merdeka.com - 1 Juni 2012 merupakan peringatan 67 tahun lahirnya Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara digagas oleh Soekarno yang diambil dari nilai pergaulan masyarakat tanah air.

 

Di rezim Orde Baru, Pancasila disosialisasikan dengan pendekatan indoktrinatif, sementara itu kehidupan budaya masyarakat Indonesia semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila.

 

"Setelah Orde Baru lengser, ada keengganan orang dengan Pancasila, bahkan Departemen Pendidikan hingga saat ini masih meniadakan pendidikan Pancasila," ujar Yudi Latif dalam acara diskusi hari lahir Pancasila di Taman Ismail Marzuki (TIM) Kamis (31/5).

 

Menurut penulis buku Negara Paripurna ini, Pancasila adalah merupakan pengatur moral publik, sebagai kode moral bernegara, prinsip moral publik. Dia pun berpendapat bukan agama yang mendikte sistem moral masyarakat namun sayangnya penyelenggara negara belum mempunyai imajinasi tentang Pancasila dan moral publik.

 

Pada kesempatan yang sama sekretaris fraksi PDIP Achmad Basarah mengatakan Pancasila saat ini hanya menjadi frasemologi politik yang jauh dari praktik ketatanegaraan. Menurutnya, terdapat pemahaman yang berbeda-beda atas tafsir dan versi Pancasila.

 

"Ada juga yang menganggap Pancasila hanya deretan kata dalam sila, mereka menerjemahkan Pancasila sesuai seleranya sendiri," terangnya.

 

Sedangkan Daud Yusuf menyampaikan keprihatinannya atas semakin jauhnya praktik kenegaraan dari landasan negara. "Pancasila ada hanya dalam retorika, tidak dalam kehidupan prilaku bermasyarakat," cetusnya.

 

Dia mencontohkan sekolah bertaraf internasional, yang mewajibkan sekolah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. "Ini jelas melanggar, karena bahasa negara adalah bahasa Indonesia, bukan bahasa Inggris. Kalau dulu kami sekolah mendapatkan pelajaran bahasa Jerman, Belanda, Inggris, tetapi bukan bahasa wajib di sekolah," pungkasnya.

 

[hhw]

Pembajakan Kaset di Indonesia Semakin Kritis

Posted by Alfajar on October 22, 2013 at 3:30 AM Comments comments (0)


Liputan6.com, Jakarta: Pembajakan kaset di Indonesia tak bisa dianggap sepele dan dipandang sebelah mata. Masyarakat harus melihat bahwa satu penyumbang pajak negara, yakni indutri rekaman, saat ini tengah digerogoti. Setiap tahun setidaknya negara kehilangan pajak lebih dari setengah triliun rupiah dari sektor ini. Tentu saja yang paling menderita adalah Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri). Industri rekaman kehilangan pendapatan hingga Rp 5 triliun per tahun dan tercatat sebagai pihak yang paling dirugikan menyusul industri penggandaan video cakram padat.

 

Satu kejahatan pembajakan kaset ini terungkap ketika petugas Kepolisian Resor Jakbar membongkar rumah yang terletak di Perumahan Taman Ratu, Jakarta Barat. Jika dilihat dari luar, tak ada yang aneh dari rumah tersebut. Tapi setelah polisi menggerebek rumah milik Simson ini ditemukan hampir 400 buah alat pengganda kaset. Bahkan saat digerebek, mesin-mesin pengganda sedang merekam lagu dangdut yang lagi laris di pasaran [baca: Ribuan Kaset Bajakan Disita Polsek Tambora].

 

Kontan penggerebekan itu menyulut amarah para seniman dan pelaku industri rekaman. Di depan Markas Kepolisian RI, mereka meminta polisi terus melakukan operasi terhadap pembajak yang disebut sebagai perampas uang negara itu [baca: Pembajakan Kaset Marak, Puluhan Artis Berunjuk Rasa]. Meski demikian, aparat berwenang sendiri terlihat tak serius menghadapi kasus ini. Hal ini terbukti dari penyitaan peralatan yang kerap tidak diakhiri dengan penegakan hukum. Sehingga membuat para pembajak terus memanfaatkan celah hukum ini.

 

Akibat aksi pembajakan, Indonesia harus bersiap menerima sanksi dari Amerika Serikat yang sudah gerah dengan ulah pembajak. Sebab, setidaknya tiga juta keping karya rekam asal negeri Paman Sam itu digandakan di Tanah Air. Karenanya, jika masih ingin dipandang beradab di mata pergaulan internasional, perlu adanya kampanye nasional yang terpadu untuk mengatasi hal tersebut [baca: Pelanggaran HAKI Indonesia Terburuk di Asia].(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

Kerugian akibat pembajakan musik Rp4,5 triliun setahun

Posted by Alfajar on October 22, 2013 at 3:25 AM Comments comments (0)


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, memperkirakan nilai konsumsi musik rekaman di Indonesia setiap tahun diperkirakan Rp 5 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 90 persen atau Rp 4,5 triliun masuk ke kantong pembajak yang menyebabkan kerugian negara dan musisi.

 

Nilai kerugiannya itu kalau dihitung hasil karya pendekatan konsumsi masyarakat Indonesia akan musik sebesar Rp 20.000/tahun. Jumlah ini dikalikan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jadi mencapai Rp 5 triliun/tahun.

 

"Namun hanya 10 persen pendapatan musisi yang tercatat. Sedangkan 90 persen dari Rp 5 triliun itu masuk ke kantong pembajak. Kalau mereka tidak mendapatkan ini jelas merugikan mereka dan juga merugikan negara," ujar Wirjawan, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat.

 

Wirjawan punya "sisi lain" dalam kehidupannya, dia musisi yang cukup handal; penggemar berat jazz dan turut memotori agar musik Indonesia menjadi lebih meresap ke sanubari awak bangsa sendiri.

 

Dia mengatakan, "Akan menindak tegas pelaku pembajakan kaset, CD, dan DVD." Kementerian Perdagangan akan menggandeng kepolisian menindaklanjuti dan menghancurkan musik bajakan yang terlanjur beredar di pasaran.

Editor: Ade Marboen

Bondan dan Fade2Black Putuskan Untuk Vakum

Posted by Alfajar on October 17, 2013 at 11:35 PM Comments comments (2)


WEBSNEWS. Kabar mengejutkan datang dari Bondan Prakoso dan Fade2Black. Proyek kolaborasi yang sering menghasilkan lagu bertema semangat hidup ini memutuskan untuk vakum dari dunia musik Indonesia.


"Terhitung tanggal 13 September 2013, proyek kami yang bernama Bondan dan Fade2Black vakum untuk jangka waktu yang tidak ditentukan," tulis mereka dalam surat pendek di akun Facebook resminya. "Kami berterima kasih atas dukungan Rezpector (sebutan fans Bondan dan Fade2Black) selama 8 tahun kami berkarir."


Baik Bondan maupun Fade2Black ingin lebih berkonsentrasi dengan proyeknya masing-masing yang sempat tertunda. Namun, mereka mengaku tetap akan menyelesaikan seluruh kontrak kegiatan yang telah disepakati sampai akhir 2013 ini.


Proyek ini terbentuk 2004 lalu saat Bondan ingin menggabungkan berbagai jenis musik ke dalam bentuk baru. Agustus 2005, mereka meluncurkan album pertama berjudul "Respect". Sampai saat ini, mereka telah menelurkan 4 album dan beberapa lagu hits seperti "Ya Sudahlah" dan "Keroncong Protol". (wk/nr)


Rss_feed